Archive for 9 Julai 2009

20 Fakta Mengerikan Mengenai Masa Depan Kita dan Bumi

Julai 9, 2009

 

20 Fakta Mengerikan Mengenai Masa Depan Kita dan Bumi


 

Bumi kita ini tidak akan bertahan selamanya, sedangkan kita bergantung pada bumi untuk bertahan hidup. Kita akan binasa semuanya apabila bumi hancur oleh berbagai sebab. Kedengarannya menakutkan sekali, tetapi kita perlu menyadari bahwa sumber daya bumi terbatas. Penggunaan sumber daya bumi secara serampangan seperti sekarang ini, bisa menyebabkan kehidupan manusia berakhir dalam kehancuran.

 

Para ilmuwan berspekulasi mengenai perubahan-perubahan komposisi bumi, apakah itu tentang pemanasan global atau sumber daya mineral yang sudah mulai merosot. Marilah kita mengamati bagaimana kita secara perlahan namun pasti menuju kepada kehancuran yang dibuat oleh tangan kita sendiri.

Jadi bagaimanakah masa depan kita dan bumi yang kita diami ini? Berikut ini fakta-faktanya:

1. Pemanasan global adalah satu peristiwa yang tak bisa dielakkan yang mempengaruhi kondisi iklim di bumi. Badai yang menghancurkan, gelombang air pasang, tsunami dan kelaparan akibat kekeringan akan terus berlanjut meskipun usaha-usaha untuk mengendalikan polusi dan kerusakan lingkungan telah dilakukan. Bumi berusaha untuk terus eksis dengan melakukan perbaikan alami, tetapi kita manusia akan menerima akibatnya dikarenakan proses perbaikan itu sangat dahsyat dan tidak terkendali.

2. Peningkatan kecil rotasi bumi diakibatkan ketidakseimbangan isi kandungan perut bumi yang terkuras, bisa mempengaruhi kita dengan berbagai cara. Banjir dahsyat yang menenggelamkan segalanya, atau gletser-gletser yang menghilang selamanya. Itu bisa berarti kekurangan air, pangan dan merajalelanya penyakit serta meluasnya kelaparan. Beberapa spesies hewan dan tanaman menjadi punah.

3. Terjadinya perubahan pola peruntukan tanah, di mana sekarang lebih banyak orang-orang hidup di kota-kota besar dibanding dengan di daerah pedesaan. Kota-kota penuh sesak sehingga harus memperluas areal untuk perumahan ke wilayah pedesaan dengan mengorbankan tanah pertanian. Kota besar yang kumuh dan kotor mengganggu kesehatan manusia dan menimbulkan bibit-bibit penyakit baru.

4. Produksi minyak mengalami peningkatan tahun 2008 dan 2018 akan mencapai puncaknya, dan itu berarti awal dari penurunan. Ini bisa menjadi pencetus suatu resesi energi global, konflik antar negara yang memperebutkan lahan minyak dan juga sumber makanan. Minyak sangat penting bagi setiap bangsa untuk melanjutkan aktivitas produksinya, termasuk pertanian dan peternakan. Kedepannya, menipisnya kandungan minyak di bumi bisa mempengaruhi hidup seluruh manusia di bumi secara signifikan.

5. Mobil mempunyai andil sebesar 3/4 dari semua gas buang yang dipancarkan alat transportasi. Sejak saat ini, dunia akan dipenuhi lebih dari satu milyar mobil yang berkeliaran di jalan-jalan di tahun 2030 dan akan bertambah hingga satu milyar lagi di tahun 2050. Hal berhubungan dengan 75% peningkatan CO2 selama setahun di atmosfer berasal dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, gas bumi dan batu bara), sedangkan sekitar 20% CO2 yang memasuki atmosfer bumi berasal dari pembakaran BBM pada mesin-mesin kendaraan bermotor, selebihnya 80% emisi CO2 bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil oleh mesin pembangkit tenaga listrik.

6. Karena peningkatan suhu udara akibat meningkanya kadar CO2, maka sedikit uap air bertahan di udara untuk membentuk awan. Hal ini berarti hujan akan menjadi lebih sedikit, dan secara langsung berakibat hasil produksi pertanian juga menurun. Akan terjadi di sekitar tahun 2020 di mana terjadi suatu periode yang sulit dan air bah tiba-tiba meningkat di semua bagian dari benua Eropa, karena mencairnya es di Kutub Utara. Sedangkan populasi penduduk bumi akan mencapai 7,7 milyar orang.

7. Sejak Hari Bumi yang pertama tahun 1970 hingga awal millennium baru, manusia telah membuat peningkatan emisi (gas buang) rumah kaca sebesar 70%.

8. Atmosfer bumi sekarang mengandung 40% lebih banyak CO2 dibandingkan dengan di awal Revolusi Industri.

9. Hasil pembakaran bahan bakar fosil dewasa ini menambah hampir 6 milyar ton CO2 ke dalam atmosfer bumi setiap tahunnya. Hanya separuhnya yang diserap oleh hutan-hutan dan samudera.

10. Hutan hujan pernah meliputi 14% dari permukaan bumi. Sekarang hanya tersisa sekitar 6% dan menurut perkiraan para ahli hutan hujan yang tersisa itu akan habis dikonsumsi kurang dari 40 tahun. 1 sampai 1,5 hektar hutan hujan lenyap setiap 1 detik sebagai konsekuensi tragis pembangunan di negara-negara industri dan berkembang.

11. Hampir separuh dari semua jenis flora, fauna dan mikro organisme akan musnah atau pasti terancam kepunahan dalam seperempat abad ke depan disebabkan oleh penebangan hutan-hutan hujan.

12. Perkiraan para ahli bahwa kita sedang kehilangan 137 jenis tanaman, hewan dan serangga setiap harinya karena penebangan hutan-hutan hujan. Atau sama dengan 50.000 jenis setiap tahunnya. Seiring dengan lenyapnya spesies-spesies di hutan hujan, demikian juga dengan berbagai macam pengobatan penyakit-penyakit yang mengancam hidup manusia. Sekarang ini, 121 obat-obatan yang dijual ke seluruh dunia berasal dari tanaman obat-obatan. Sementara itu 25% dari perusahaan obat-obatan di Barat mengambil bahan dari ramuan tanaman dari hutan hujan, dan lebih sedikit 1% dari pohon-pohon dan tanaman-tanaman tropis ini telah diuji coba oleh para ilmuwan.

13. Penebangan hutan yang merajalela sekarang ini menyumbang 20% polusi pemanasan global diakibatkan oleh terhambatnya penyerapan kembali CO2.

14. Wabah penyakit terus bertambah baik ragam maupun jumlahnya karena polusi udara, air dan tanah meningkat, terutama sekali terjadi di negara-negara dengan pendapatan rendah.

15. Di tahun 2030 sekitar 18% dari gugusan karang laut akan lenyap karena perubahan iklim dan lingkungan. Dalam 2030 ini populasi penduduk dunia akan mencapai 8,3 milyar.

16. Tahun 2040 laut di Kutub Utara akan mengalami musim panas yang pertama tanpa es.

 

17. Karena menghilangnya gletser dan terjadi musim kering yang panjang, produksi listrik dari pembangkit listrik tenaga air akan berkurang.

18. Luas padang pasir di permukaan bumi mengalami peningkatan disebabkan menaiknya suhu bumi. Pada akhir tahun 2007, Australia kehilangan 25% produksi pangannya karena hal ini.

19. Kadar karbon monoksida (CO) di atmosfer bumi terus meningkat.

20. Efek berbahaya dari aktivitas manusia dapat mempengaruhi sistem global dengan cara yang negatif. Perang, sebagai contoh, dapat menghancurkan bumi dalam berbagai jalan; pembunuhan massal, berkembangnya kelaparan dan penyakit, pembakaran bahan bakar fosil secara besar-besaran oleh mesin-mesin perang, termasuk juga pembabatan hutan dan pengambilan batu-batuan dan tanah untuk perbaikan kembali infrastruktur yang rusak.


Sebuah pertanyaan untuk kita semua; apakah upaya kita untuk ikut membantu kelestarian alam sekarang ini bisa memberi dampak yang berarti dan signifikan, ataukah secara ironi aktivitas kita lainnya malah mempercepat kerusakan dan kehancuran bumi?

 

sumber : wikimu

kad 1 SILAM PELANCONGAN
Penganalisis SilamGemilang

1 TRADISI KEBAKARAN DI KUNAK : SIAPA YANG HARUS BERTANGGUNGJAWAB ?

Julai 9, 2009

Assalamualaikum dan Salam sejahtera,

P7070574P7070577P7070583P7070585P7070591P7070593P7070567

Kebakaran yang berlaku di kampung Bagiang daerah Kunak yang berlaku sekitar jam lebih kurang 5.10 petang telah memusnahkan 11 buah rumah. Maklumat ini masih lagi lagi dalam siasatan pihak polis,pejabat daerah dan bomba bagi menentukan kesahihan jumlah rumah sebenar yang terbakar. Nama-nama ketua isi rumah bagi setiap rumah terbakar seperti 1. Saadian Sabudin/2. Mencing Manabung/3. Mohd Saldi Ali/4. Habibah Haji Kahar/5. Ibnu Hasan Haji Basri/6. Wahidah Haji Lamandi/7. Kandi Basah/8. Ismai Sahidan/9. Isah Kopong dan yang lain masih dalam siasatan.

Dalam siri laporan penganalisis SilamGemilang berhubung kebakaran yang menjadi sati tradisi seolah-oleh daerah Kunak sedang berpesta Api yang memusnahkan rumah. Sebelum ini kebakaran hanya berlaku kepada 1 isi rumah sahaja. Bagi saya ini mungkin amaran kepada penduduk kampung agar berwaspada dengan kes yang berlaku ini. Memang benar perkara ini berlaku lagi apabila Api mengganas lagi di kawasan kampung Bagiang apabila memusnahkan sebanyak lebih kurang 11 buah rumah.

Saya pernah timbulkan persoalan agar kita dapat merenung,merancang,bertindak dan lebih proaktif menghadapi situasi ini. Kebakaran yang sering berlaku di daerah Kunak perlu dibincang,diperhalusi dan dicanang bersama dari peringkat pemimpin tertinggi hingga ke peringkat bawahan yang melibatkan kuasa mutlak kerajaan negeri Sabah, Kerajaan Persekutuan dan Negeri,Badan-Badan NGO,Jabatan BOMBA,Jabatan AIR, Tenaga Elektrik, dan lain-lain lagi.

Saya berharap tindakan proaktif berhubung pemeriksaan oleh pihak Lembaga Elektrik berhubung sambungan yang dilakukan oleh rumah-rumah setinggan yang semakin banyak berlaku di kawasan Kelabu dan Hitam. Kempen-kempen keselamatan melibatkan Kerajaan dan NGO dengan mengadakan Seminar,Ceramah,Diskusi,Pameran bagi memberi kesedaran kepada rakyat tentang bahaya api kecil boleh memusnahkan nyawa dan harta benda.

Jabatan Air perlu bertindak menyelia,memantau kekuatan air khususnya yang melibatkan aliran air BOMBA, supaya masalah kekurangan air ketika kebakaran dapat diatasi. Isu yang sering ditimbulkan apabila kebakaran berlaku kadang-kala air tidak berfungsi,tekanan rendah dan jauh dari kawasan rumah yang terbakar. Kajian semula tentang aliran air Bomba perlu dikaji diperingkat daerah bagi mengatasi kekurangan aliran ini.

Pejabat Daerah Kunak perlu merancang satu mekanisma bagi mencapai matlamat 1Malaysia : Rakyat Didahulukan, Pencapaian Diutamakan. Mesyuarat khusus bagi menangani kemelut kebakaran yang sudah menjadi 1 tradisi ini perlu di percepatkan bagi mengelakkan kebakaran yang lebih banyak lagi tidak berulang lagi. Saya berharap kerajaan negeri dibawah pentadbiran Ketua menteri Sabah agar dapat mengarahkan pihak Jabatan dan NGO yang peringkat negeri turun padang melihat sendiri masalah rakyat yang amat menakutkan dan menjadi trauma kepada rakyat di kawasan Kunak dan daerah lain.

Kita tidak meminta agar kebakaran berlaku kepada rakyat, tetapi inilah hakikatnya pemimpin peringkat tertinggi negeri Sabah perlu turun padang dan tidak membiarkan hanya kepada pentadbiran daerah bagi mengatasi masalah ini. Saya berharap konsep 1malaysia: Rakyat Didahulukan,Pencapaian Diutamakan akan diterima pakai oleh pentadbiran tertinggi kerajaan negeri Sabah bagi mengelak lebih banyak rumah terbakar. Perkara yang kita tidak jangkakan apabila kebakaran yang melibatkan nyawa seperti yang berlaku di kampung Kunak kecil yang mengorbankan nyawa kanak-kanak yang tidak berdosa.

Saya berharap isu ini perlu ditangani dengan segera dengan menyalurkan projek khas kepada rakyat kawasan Kunak bagi membina semula rumah-rumah rakyat yang terbakar ini supaya anak-anak mereka yang masih bersekolah dapat tinggal dirumah yang selesa.

Keprihatinan yang Berhormat Tuan Haji salleh Bin Haji Kalbi, ahli Dewan Rakyat Parlimen P188 Silam yang turun padang melihat sendiri kebakaran dan menyalurkan bantuan bangi meringankan beban mereka perlu dicontohi oleh semua pihak termasuk badan NGO dan lain-lain lagi.

Kebakaran yang berlaku ini satu dugaan Allah SWT kepada hambanya, namun sebagai pentadbir perlu merancang persediaan bagi mengelakkan perkara ini supaya tidak berulang semula.

 kad 1 SILAM PELANCONGAN

Penganalisis SilamGemilang